Kenali Bagian Pompa Air, Kinerjanya dan 10 Tips Service Pompa Air Sendiri

Kenali Bagian Pompa Air, Kinerjanya dan 10 Tips Service Pompa Air Sendiri
Rate this post

Pompa air atau juga biasa disebut dengan water pump adalah alat untuk memompa air dengan tekanan tinggi baik dari sumur maupun tandon air, yang kemudian disalurkan melalui pipa.

Akan tetapi, biasanya lama kelamaan pompa air akan mengalami kerusakan sehingga perlu tindakan service pompa air.

Kerusakan pompa air bisa bermacam-macam penyebabnya dan memiliki penanganan yang berbeda-beda juga.

Ukuran dan bentuk pompa air juga bermacam-macam. Apabila dulu bentuk pompa air berukuran besar dan berat, sekarang ini bahkan ada yang berukuran sebesar gelas air minum saja.

Daya yang digunakan pun berbeda-beda dan bisa disesuaikan dengan kedalaman sumur dan kebutuhan sehari-hari.

Pompa air yang bagus memiliki kinerja sebagai berikut.

Kenali Bagian Pompa Air, Kinerjanya dan 10 Tips Service Pompa Air Sendiri

  1. Lancar dan cepat saat digunakan.
  2. Air yang keluar memiliki debit yang besar.
  3. Tidak menimbulkan suara berisik saat digunakan.
  4. Tidak bersuhu panas pada pompa air.

Sebelum membahas bagaimana cara service pompa air sendiri di rumah, kenali dulu bagian-bagian pompa air agar tidak salah langkah nantinya.

  1. Casing. Berbentuk corong yang berfungsi untuk memperbesar tekanan dan memperlambat kecepatan aliran air pada pompa.
  2. Input. Bagian masuknya air ke impeller.
  3. Output. Mengeluarkan air dari impeller ke penampungan.
  4. Impeller. Bergerigi dan berputar, berfungsi sebagai pendorong aliran air.
  5. Rotor. Pusat gaya magnet untuk bisa menggerakkan impeller
  6. Poros. Penghubung Rotor dan impeller
  7. Seal/packing. Berfungsi untuk mencegah kebocoran air antara poros dan stator.
  8. Bantalan atau bearing. Bagian yang berfungsi untuk menyeimbangkan Rotor agar tetap stabil.
  9. Kopling. Berfungsi untuk menggerakkan poros.

Berikut 10 tips cara mengatasinya sendiri di rumah tanpa bantuan jasa service pompa air. Perlu disediakan alat-alat perkakas seperti obeng, kunci inggris, tang, perekat pipa, tespen atau bila diperlukan alat Avo meter.

  1. Cek kebocoran bagian pipa input dan output air termasuk filter atau penyaringnya.
  2. Cek pipa air apakah ada sumbatan atau tidak. Apabila ada, segera bersihkan.
  3. Periksa tekanan tarikan pada pipa dengan cara memasukkan air ke tabungnya lalu pada bagian input ditutup dan hidupkan pompa air. Cek apakah tekanannya besar atau tidak. apabila besar berarti masih bagus.
  4. Service pompa air dengan memeriksa apakah ukuran pipa sudah sesuai atau belum.
  5. Periksa seal dengan membuka bagian impeller menggunakan obeng atau trekker.
  6. Periksa keausan impeller. Apabila sudah aus berarti harus diganti dengan yang baru.
  7. Cek pusaran air pada dinamo.
  8. Cek apakah kedalaman sumber air dengan pipa air memiliki selisih atau baik-baik saja.
  9. Apabila mesin pompa air mati total, maka Anda bisa mencoba memeriksanya dengan alat avometer dengan menghubungkan selector switch. Apabila jarum ohm meter menunjuk kea rah kanan maka itu artinya motor mesin rusak dan perlu diganti dengan yang baru.
  10. Apabila mesin pompa mengeluarkan suara berisik, terkadang macet, dan bergetar hingga goyang-goyang, maka cek di bagian bearing apakah rusak dan perlu diganti ataukah hanya perlu diperbaiki.
Baca Sekarang !  Tips Desain Ventilasi Rumah Tropis Sempit yang Baik dan Sejuk

Jangan berkecil hati apabila Anda sudah berusaha untuk memperbaiki pompa air sendirian namun belum ada hasilnya. Anda bisa memanggil jasa service untuk menangani pompa air Anda yang bermasalah.

Service pompa air memang memerlukan sedikit keterampilan teknis, terutama pada laki-laki.

Bukan berarti memperbaiki pompa air adalah sulit, karena apabila sudah diketahui penyebabnya, maka akan mudah mengetahui solusinya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *